Minggu, 11 Juni 2017

PRAKTIKUM 11 JARKOM FRAME RELAY


LINK VIDEO YOUTUBE

LAPORAN PRAKTIKUM  11 JARINGAN KOMPUTER
FRAME RELAY
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNTXhFj2NfpdkQzsGA6_vqYtcCBZdJx9zJHuYHzBH0PjdBJpoXnHoHveuHdm_pttfLqiFpjSHoN0LMWp6lM4Ce0yK4UitO55S90y93J0qiGRSDbAEXya7Jz4k4jU_pZmlpMvoCR6OOXgk/s1600/logo+trisakti.jpg





Disusun Oleh :
NAMA : Dimas Adi Pratama
NIM : 064001600003





Teknik Informatika

Fakultas Teknologi Industri

Universitas Trisakti

Jakarta – Indonesia

2017

Tujuan

                  Laporan ini dibuat untuk menyelesaikan praktikum sebelas matakuliah Jaringan Komputer. Selain itu, hal ini juga beguna sebagai panduan umum dalam menggunakan Frame Relay.
Teori Percobaan
Frame Relay adalah protokol WAN yang beroperasi pada layer pertama dan kedua dari model OSI, dan dapat diimplementasikan pada beberapa jenis interface jaringan. Frame relay adalah teknologi komunikasi berkecepatan tinggi yang telah digunakan pada ribuan jaringan di seluruh dunia untuk menghubungkan LAN, SNA, Internet dan bahkan aplikasi suara/voice
Frame relay adalah cara mengirimkan informasi melalui wide area network (WAN) yang membagi informasi menjadi frame atau paket. Masing-masing frame mempunyai alamat yang digunakan oleh jaringan untuk menentukan tujuan. Frame-frame akan melewati switch dalam jaringan frame relay dan dikirimkan melalui “virtual circuit” sampai tujuan.

CARA PERCOBAAN

  1. Buatlah topologi seperti berikut ini.
  1. Atur Ip Address semua PC dan Gatway
PC
PC 0
192.168.10.5/24
PC1
192.168.10.6/24
PC2
192.168.20.5/24
PC3
192.168.20.6/24
Gatway : 10.0.0.1
  1. Pengaturan pada router 
Untuk konfigurasi ip address dan frame relay Router, klik icon router dan masukan perintah berikut pda mode CLI router :

Head Office
Router>enable
Router#configure terminal 
Router(config)#hostname HeadOffice
HeadOffice(config)#interface se2/0 
HeadOffice(config-if)#ip address 10.0.0.1 255.0.0.0 
HeadOffice(config-if)#encapsulation frame-relay 
HeadOffice(config-if)#frame-relay lmi-type ansi 
HeadOffice(config-if)#frame-relay inte 
HeadOffice(config-if)#frame-relay interface-dlci 50 
HeadOffice(config-if)#no shutdown 
HeadOffice(config-if)#exit 
HeadOffice(config)#interface fastEthernet 0/0 
HeadOffice(config-if)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.0 
HeadOffice(config-if)#no shutdown 
HeadOffice(config-if)#exit 


Branch Office
Router>enable 
Router#configure terminal 
Router(config)#hostname BranchOffice
BranchOffice(config)#interface serial 2/0 
BranchOffice(config-if)#ip address 10.0.0.2 255.0.0.0 
BranchOffice(config-if)#clock rate 64000 
BranchOffice(config-if)#encapsulation frame-relay 
BranchOffice(config-if)#frame-relay lmi-type ansi 
BranchOffice(config-if)#frame-relay interface-dlci 60 
BranchOffice(config-if)#no shutdown 
BranchOffice(config-if)#exit 
BranchOffice(config)#interface fastEthernet 0/0 
BranchOffice(config-if)#ip address 192.168.20.1 255.255.255.0 
BranchOffice(config-if)#no shutdown 
BranchOffice(config-if)#exit 

  1. Pengaturan pada clound
Klik icon Cloud, karena kabel serial dari head office tersambung ke se0 dari Cloud maka kita daftarkan DLCI milik Head Office (50) kedalam interface se0 milik Cloud dan tentukan juga jenis LMI nya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxWaZnf4eagkbl-52dEkfISFPAtUdmEHVqSUxE5pVvIiyN3nU7MUsNZDd4nuGiA6JMVzqMA2gI2IYFaxl2fIjzi5u3tLgvAm5xFHSrRTmGiHUxo5uok4E9Bi78cq_dgbHAnGmgtIn3OM8/s400/phase.png

Dan untuk se1 Cloud yang terhubung dengan kabel serial milik Branch Office, daftarkan DLCI milik Branch Office (60) kedalam interface se1 milik Cloud dan tentukan juga jenis LMI nya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVfdJVw1ZKmOzbehcIXVAGq_G1y4nRxyoxgwfc8FvQuPd6faUgJD6eKWjEdHT5KvE5SvETcwcijbpDNrX5oVv1rE_yavIyUViRnoS6SXUitCSOeCgNVdEAehSM2_TQGsLIdxeoNzdnPOg/s400/phase.png

Klik pada bagian connection, Frame Relay.. seting interfacenya menjadi 
Serial0 | HeadOffice <--> Serial1 | BrachOffice, kemudian klik add.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkMI5H24fmU5mWablX1K8LBDwJJMPEznhD5r8RzemvokLfuORlYeXIHR4xc7EhY5t15ATkzmmvE78oTkIAgKPRw4jPwEl4qcU__we0ivqctnQK1IZ9L5vNJiQ2lWByNVHbZc9i7-EHhAg/s400/phase.png

  1. Mengatur konfigurasi Routing Protocol
Klik kembali router dan masukan perintah konfigurasi berikut pada CLI :
Head Office
HeadOffice(config)#router rip 
HeadOffice(config-router)#version 2
HeadOffice(config-router)#network 10.0.0.0
HeadOffice(config-router)#network 192.168.10.0
HeadOffice(config-router)#network 192.168.20.0 
HeadOffice(config-router)#exit 
HeadOffice(config)#exit 
HeadOffice#copy running-config startup-config 
Destination filename [startup-config]? 
Building configuration... 
[OK] 


Branch Office
BranchOffice(config)#router rip
BranchOffice(config-router)#version 2
BranchOffice(config-router)#network 10.0.0.0
BranchOffice(config-router)#network 192.168.20.0 
BranchOffice(config-router)#network 192.168.10.0 
BranchOffice(config-router)#exit 
BranchOffice(config)#exit 
BranchOffice#copy running-config startup-config 
Destination filename [startup-config]?
Building configuration... 
[OK] 

  1. Test Koneksi
lakukan test koneksi


Kesimpulan
Pada topologi CDP ini, cloud sebagai penghubung dua router. Setelah mengkonfigurasikan PC, Router dan Cloud, kita dapat mengirimkan pesan antar PC. Namun, PC harus terlebih dahulu di Ping dengan IP PC yang lain agar pesan sukses dikirimkan.


DATA – DATA






KESIMPULAN


Pada topologi CDP ini, cloud sebagai penghubung dua router. Setelah mengkonfigurasikan PC, Router dan Cloud, kita dapat mengirimkan pesan antar PC. Namun, PC harus terlebih dahulu di Ping dengan IP PC yang lain agar pesan sukses dikirimkan.

PRAKTIKUM 12 ORKOM THREAD


LINK VIDEO YOUTUBE

LAPORAN PRAKTIKUM ORGANISASI KOMPUTER DAN SISTEM OPERASI
THREAD

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNTXhFj2NfpdkQzsGA6_vqYtcCBZdJx9zJHuYHzBH0PjdBJpoXnHoHveuHdm_pttfLqiFpjSHoN0LMWp6lM4Ce0yK4UitO55S90y93J0qiGRSDbAEXya7Jz4k4jU_pZmlpMvoCR6OOXgk/s1600/logo+trisakti.jpg





Disusun Oleh :

NAMA : Dimas Adi Pratama
NIM : 064001600003




Teknik Informatika
Fakultas Teknologi Industri
Universitas Trisakti
Jakarta – Indonesia
2017


Tujuan

Laporan ini dibuat untuk menyelesaikan praktikum sebelas matakuliah Organisasi computer dan Sistem Operasi. Selain itu, hal ini juga beguna sebagai panduan umum penggunaan fungsi thread terminal pada operasi sistem linux.


Teori Percobaan

Ketika pertama kali dikembangkan, Linux tidak didukung dengan threadingdi dalam kernelnya, tetapi dia mendukung proses-proses sebagai entitas yang dapat dijadwalkan melalui clone() system calls. Sekarang Linux mendukung penduplikasian proses menggunakan system call clone() dan fork(). Clone() mempunyai sifat mirip dengan fork(), kecuali dalam hal pembuatan copy dari proses yang dipanggil dimana ia membuat sebuah proses yang terpisah yang berbagi address space dengan proses yang dipanggil. Pembagian address space dari parent processmemungkinkan cloned task bersifat mirip dengan thread yang terpisah. Pembagianaddress space ini dimungkinkan karena proses direpresentasikan di dalam Kernel Linux. Di dalam Kernel Linux setiap proses direpresentasikan sebagai sebuah struktur data yang unik. Jadi, daripada menciptakan yang baru maka struktur data yang baru mengandung pointer yang menunjuk ke tempat dimana data berada. Jadi ketika fork() dipanggil, proses yang baru akan tercipta beserta duplikasi dari segala isi di struktur data di parent process, namun ketika clone() dipanggil, ia tidak menduplikasi parent processnya tetapi menciptakan pointer ke struktur data padaparent process yang memungkinkan child process untuk berbagi memori dan sumber daya dari parent processnya. Project LinuxThread menggunakan system call ini untuk mensimulasi thread di user space. Sayangnya, pendekatan ini mempunyai beberapa kekurangan, khusunya di area signal handling, scheduling, dan interprocess synchronization primitive.
Untuk meningkatkan kemampuan Thread Linux, dukungan kernel dan penulisan ulang pustaka thread sangat diperlukan. Dua project yang saling bersaing menjawab tantangan ini. Sebuah tim yang terdiri dari pengembang dari IBM membuat NGPT (Next Generation POSIX Threads). Sementara pengembang dariRed Hat membuat NPTL (Native POSIX Thread Library).Sebenarnya Linux tidak membedakan antara proses dan thread. Dalam kenyataannya, Linux lebih menggunakan istilah task dibandingkan proses dan thread ketika merujuk kepada pengaturan alur pengontrolan di dalam program.

CARA PERCOBAAN

  1. Buka terminal pada Linux
  2. Buat file baru dengan cara tulis Vi thrdcreat.c



  1. Tulis sourcodenya seperti gambar berikut




  1. Keluar dari editor dan save, kemudian compile dan jalankan prorgramnya
  2. Buat file baru dengan cara tulis Vi thrdcancel.c


     6. Tulis sourcodenya seperti gambar berikut



7. Compile dan jalankan thrdcancel1.c dan lihat outputnya


8. Buat file baru dengan cara tulis Vi mutex.c



  1. Tulis sourcodenya seperti gambar berikut




14.  Jalankan mutex.c dan lihat outputnya


15.  Selesai



Data – Data










KESIMPULAN
          
Thread merupakan sebuah alur kontrol proses yang dapat dijadwalkan pengeksekusiannya oleh sistem operasi. Selanjutnya, bayangkan sebuah program main mempunyai berbagai prosedur (fungsi) dan fungsi-fungsi tersebut dapat dijalankan secara serentak dan atau bebas dijalankan oleh sistem operasi. Dan itulah yang disebut sebagai multithread.