Rabu, 08 Maret 2017

PRAKTIKUM 3 MENGATUR DAN MEMBUKTIKAN FUNGSI SERVER MENGGUNAKAN PACKET TRACER

Tugas Pendahuluan untuk Mata Kuliah Jaringan Komputer (PRAKTIKUM ADA DIBAWAH)

1. Jelaskan 5 fungsi server (DHCP, DNS, FTP, HTTP, E-MAIL)
-           DHCP memiliki fungsi utama mendistribusikan IP address secara otomatis kepada setiap client yang terhubung dengan jaringan komputer, serta akan memberikan kemudahan bagi seorang network administrator dalam mengelola jaringan komputer, karena alokasi IP address dapat ditentukan secara otomatis dan dalam satu kali kerja. DHCP server selain bisa memberikan IP address secara dinamik, juga bisa memberikan IP address secara statis kepada client yang terhubung ke jaringan komputer. Selain itu, DHCP memberikan kemudahan dalam proses komunikasi data antar komputer
-           Fungsi utama sistem DNS adalah menerjemahkan nama-nama host (hostnames) menjadi nomor IP (IP address) ataupun sebaliknya, sehingga nama tersebut mudah diingat oleh pengguna internet. Kemudian, DNS juga dapat memberikan suatu informasi tentang suatu host ke seluruh jaringan internet.
-           Selanjutnya ada FTP yang bisa dikatakan sebagai sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah framework. Fungsi FTP adalah melakukan transfer file antara komputer yang terhubung melalui jaringan, termasuk internet.

-           Selain itu ada yang disebut HTTP (HyperText Transfer Protocol) yang mana merupakan sebuah protokol untuk meminta dan menjawab antara client dan server. Fungsi dari HTTP menetapkan bagaimana pesan diformat dan ditransmisikan, dan tindakan apa dari Web server dan browser untuk merespon berbagai perintah.

-           Terakhir ada server email yang merupakan suatu perangkat lunak yang mendistribusikan file atau informasi sebagai balasan atau respon atas permintaan yang dikirim melalui email Mail server berfungsi sebagai pengatur atau penerima dan penyalur respon atas email yang masuk.

2. Jelaskan fungsi dari router dan server!
-           Router memiliki fungsi utama untuk membagi atau mendistribusikan IP address, baik itu secara statis ataupun DHCP atau Dynamic Host Configuration Procotol kepada semua komputer yang terhubung ke router tersebut. Dengan adanya IP address yang unik yang dibagikan router tersebut kepada setiap komputer dapat memungkinan setiap komputer untuk saling terhubung serta melakukan komunikasi, baik itu pada LAN atau internet.
-           Server memiliki fungsi untuk:
1) Bertanggung jawab melayani permintaan komputer client
2) Menyediakan resource untuk di gunakan bersama baik itu perangkat keras ataupun berupa aplikasi agar dapat digunakan disemua komputer client di dalam jaringan
3) Bertanggungjawab mengatur lalu lintas data.
4) Dapat menyimpan file, data untuk di akes bersama menggunakan file sharing.
5) Mampu mengatur hak akses level dalam jaringan, sehingga tidak semua client bisa membuka data yang di simpan di komputer server.

3.  Apa perbedaan antara DHCP dan DNS?
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis (bisa juga manual) memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Sedangkan, DNS adalah singkatan dari Domain Name System. DNS itu adalah nama sebuah sistem database yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan komputer, layanan atau sumber daya yang terhubung ke jaringan internet atau jaringan komputer pribadi. Fungsi DNS adalah menerjemahkan nama domain (contoh: www.google.com) menjadi IP address (192.168.20.34), tentu lebih mudah mengingat nama domain suatu situs dibandingkan IP addressnya dan hal tersebut menjadi fungsi utama DNS.


Tugas Pendahuluan untuk Mata Kuliah Jaringan Komputer

1. Jelaskan 5 fungsi server (DHCP, DNS, FTP, HTTP, E-MAIL)
-           DHCP memiliki fungsi utama mendistribusikan IP address secara otomatis kepada setiap client yang terhubung dengan jaringan komputer, serta akan memberikan kemudahan bagi seorang network administrator dalam mengelola jaringan komputer, karena alokasi IP address dapat ditentukan secara otomatis dan dalam satu kali kerja. DHCP server selain bisa memberikan IP address secara dinamik, juga bisa memberikan IP address secara statis kepada client yang terhubung ke jaringan komputer. Selain itu, DHCP memberikan kemudahan dalam proses komunikasi data antar komputer
-           Fungsi utama sistem DNS adalah menerjemahkan nama-nama host (hostnames) menjadi nomor IP (IP address) ataupun sebaliknya, sehingga nama tersebut mudah diingat oleh pengguna internet. Kemudian, DNS juga dapat memberikan suatu informasi tentang suatu host ke seluruh jaringan internet.
-           Selanjutnya ada FTP yang bisa dikatakan sebagai sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah framework. Fungsi FTP adalah melakukan transfer file antara komputer yang terhubung melalui jaringan, termasuk internet.

-           Selain itu ada yang disebut HTTP (HyperText Transfer Protocol) yang mana merupakan sebuah protokol untuk meminta dan menjawab antara client dan server. Fungsi dari HTTP menetapkan bagaimana pesan diformat dan ditransmisikan, dan tindakan apa dari Web server dan browser untuk merespon berbagai perintah.

-           Terakhir ada server email yang merupakan suatu perangkat lunak yang mendistribusikan file atau informasi sebagai balasan atau respon atas permintaan yang dikirim melalui email Mail server berfungsi sebagai pengatur atau penerima dan penyalur respon atas email yang masuk.

2. Jelaskan fungsi dari router dan server!
-           Router memiliki fungsi utama untuk membagi atau mendistribusikan IP address, baik itu secara statis ataupun DHCP atau Dynamic Host Configuration Procotol kepada semua komputer yang terhubung ke router tersebut. Dengan adanya IP address yang unik yang dibagikan router tersebut kepada setiap komputer dapat memungkinan setiap komputer untuk saling terhubung serta melakukan komunikasi, baik itu pada LAN atau internet.
-           Server memiliki fungsi untuk:
1) Bertanggung jawab melayani permintaan komputer client
2) Menyediakan resource untuk di gunakan bersama baik itu perangkat keras ataupun berupa aplikasi agar dapat digunakan disemua komputer client di dalam jaringan
3) Bertanggungjawab mengatur lalu lintas data.
4) Dapat menyimpan file, data untuk di akes bersama menggunakan file sharing.
5) Mampu mengatur hak akses level dalam jaringan, sehingga tidak semua client bisa membuka data yang di simpan di komputer server.

3.  Apa perbedaan antara DHCP dan DNS?
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis (bisa juga manual) memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Sedangkan, DNS adalah singkatan dari Domain Name System. DNS itu adalah nama sebuah sistem database yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan komputer, layanan atau sumber daya yang terhubung ke jaringan internet atau jaringan komputer pribadi. Fungsi DNS adalah menerjemahkan nama domain (contoh: www.google.com) menjadi IP address (192.168.20.34), tentu lebih mudah mengingat nama domain suatu situs dibandingkan IP addressnya dan hal tersebut menjadi fungsi utama DNS.





PRAKTIKUM 3 MENGATUR DAN MEMBUKTIKAN FUNGSI SERVER MENGGUNAKAN PACKET TRACER


Disusun Oleh Kelompok B :


Sovian Dony
NIM: 064001600001

Anri Ricardo Panggabean
NIM: 065001600011

Dimas Adi Pratama
NIM: 064001600003

M. Ichsan Gunawan
NIM: 064001600023




Teknik Informatika
Fakultas Teknologi Industri
Universitas Trisakti
Jakarta – Indonesia
2017





I. JUDUL PRAKTIKUM     : Fungsi Server


II. TUJUAN PRAKTIKUM : Dapat mengatur dan membuktikan 5 fungsi server

III. ELEMEN KOMPETENSI
1.      Deskripsi : Mengatur dan membuktikan fungsi server DHCP, DNS, FTP, HTTP, dan  EMAIL.
2.      Kompetensi dasar : Dapat mengatur dan membuktikan fungsi server DHCP, DNS, FTP, HTTP, dan EMAIL

5 fungsi server.
1.      Buka CPT
2.      Kemudian buat sebuah topologi dengan mengmbil sebuah router,server, dan, beberapa buah  PC yang dihubungkan dengan sebuah kabel seperti gambar, dibawah ini.

     3. Setelah itu atur konfigurasi server dan router.


     




    Fungsi server
A.    DHCP
1.      Klik server, kemudian pilih config. Lalu, klik DHCP.
                  2. “ON” DHCP kemudian tuliskan default gateway dan DNS server nya. Lalu, klik save.

3.      Setelah selesai mengkonfigurasi, kita bisa melihat dari setiap PC bahwa ip address sudah otomatis diberikan ke setiap PC.

      B. DNS
1.      Klik server, kemudian pilih config. Setelah itu klik DNS.
2.      “ON” kan DNS service. Klik add kemudian isi nama yang anda inginkan dan ip address server. Lalu klik save.

3.      Anda dapat melihat hasil DNS pada web browser dengan mengetikkan “http://kelompokb.com

     C. HTTP
1.      Klik server, pilih config, klik HTTP
2.      ON kan HTTP dan HTTPS.
3.      Di dalam HTTP anda bisa mengedit kalimat yang ingin anda tampilkan       dalam web browser tadi.




D. FTP
1.      ON kan FTP. Kemudian isi username dan password. Lalu klik “+”

2.      Lalu buka server, command prompt. Kemudian masukkan username dan password. Anda dapat melihat isi direktori dengan menggunakan ftp ini.


E. EMAIL
1.      ON kan EMAIL, kemudian isi domain name, lalu klik set.
2.      Setelah itu, klik “+” lalu isi username dan password.

3.      Setelah itu, anda dapat saling mengirim email ke teman anda.










Fungsi telnet







IV. TEORI SINGKAT

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) merupakan sistem pengalamatan atau pendistribusian yang secara otomatis akan memberikan IP Address kepada Host/Komputer atau Client pada layanan TCP/IP yang memintanya. Komputer atau perangkat yang memberikan IP Address dinamakan sebagai DHCP Server. sedangkan komputer atau perangkat yang meminta IP Address dinamakan sebagai DHCP Client. dengan demikian DHCP juga disebut dengan arsitektur yang berbasis client server.DHCP memiliki fungsi utama mendistribusikan IP address secara otomatis kepada setiap client yang terhubung dengan jaringan komputer, serta akan memberikan kemudahan bagi seorang network administrator dalam mengelola jaringan komputer, karena alokasi IP address dapat ditentukan secara otomatis dan dalam satu kali kerja.
Selanjutnya ada server DNS yang merupakan sistem database yang terdistribusi yang digunakan untuk pencarian nama komputer di jaringan yang menggunakan TCP/IP. DNS mempunyai kelebihan ukuran database yang tidak terbatas dan juga mempunyai performa yang baik. Fungsi utama sistem DNS adalah menerjemahkan nama-nama host (hostnames) menjadi nomor IP (IP address) ataupun sebaliknya, sehingga nama tersebut mudah diingat oleh pengguna internet.
Kemudian ada yang disebut FTP (File Transfer Protocol) yang mana merupakan suatu protokol yang berfungsi untuk pertukaran file dalam suatu jaringan komputer yang mendukung protokol TCP/IP. Dua hal pokok pada FTP yaitu FTP Server dan FTP Client. FTP juga bisa dikatakan sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah framework. Fungsi FTP adalah Melakukan transfer file antara komputer yang terhubung melalui jaringan, termasuk internet.
Selain itu ada yang disebut HTTP (HyperText Transfer Protocol) yang mana merupakan sebuah protokol untuk meminta dan menjawab antara client dan server. Sebuh client HTTP seperti web browser, biasanya memulai permintaan dengan membuat hubungan TCP/IP ke port tertentu di tempat yang jauh (biasanya port 80). Sebuah server HTTP yang mendengarkan di port tersebut menunggu client mengirim kode permintaan (request) yang akan meminta halaman yang sudah ditentukan, diikuti dengan pesan MIME yang memiliki beberapa informasi kode kepala yang menjelaskan aspek dari permintaan tersebut, diikut dengan badan dari data tertentu. Fungsi dari HTTP menetapkan bagaimana pesan diformat dan ditransmisikan, dan tindakan apa dari Web server dan browser untuk merespon berbagai perintah.
Terakhir ada server email yang merupakan suatu perangkat lunak yang mendistribusikan file atau informasi sebagai balasan atau respon atas permintaan yang dikirim melalui email. Istilah ini juga sering digunakan untuk menunjukkan bitnet yang menyediakan layanan serupa ftp. Tak hanya itu program ini juga dapat digunakan sebagai aplikasi install email. Mail server berfungsi sebagai pengatur atau penerima dan penyalur respon atas email yang masuk. Tak hanya itu fungsi utama dari program ini adalah sebagai aplikasi yang digunakan untuk menginstal email.

V. LAB SET UP
Adapun yang diperlukan dalam melakukan praktikum ini adalah :
- PC
- Software Cisco Packet Tracer

VI. TABEL CHECK LIST

No
Elemen Kompetisi
Check List
1
Mengatur dan membuktikan fungsi
server DHCP

  ü   
2
Mengatur dan membuktikan fungsi
server DNS

  ü   
3
Mengatur dan membuktikan fungsi
server FTP
  ü   
4
Mengatur dan membuktikan fungsi
server HTTP
  ü   
5
Mengatur dan membuktikan fungsi
server EMAIL.
  ü   
.

VII. KESIMPULAN
            Setelah mengikuti berbagai panduan atau metode yang sudah ada untuk mengatur dan membuktikan fungsi server-server di dalam Cisco Packet Tracer, kita dapat mengerti bahwa setiap komponen server memiliki peran masing-masing yang sangat penting. Dengan tersinkronisasinya tiap-tiap server tersebut, kita dapat melakukan suatu jaringan komputer untuk komunikasi atau pertukaran data antar komputer dengan sempurna, sehingga hal tersebut dapat diaplikasikan diluar laboratorium dan membantu kehidupan kita dalam bidang IT.

Kamis, 02 Maret 2017

PRAKTIKUM 2 INSTALLASI DAN CARA MEMBUAT JARINGAN SEDERHANA MENGGUNAKAN CISCO PACKET TRACER



PRAKTIKUM 2 INSTALLASI DAN CARA MEMBUAT JARINGAN SEDERHANA MENGGUNAKAN CISCO PACKET TRACER






Disusun Oleh Kelompok B :

ANRI RICARDO P (065001600011)
SOVIAN DONY L G (064001600023)
MUHAMAD ICHSAN G (064001600023)
 DIMAS ADI PRATAMA (064001600003)





Teknik Informatika

Fakultas Teknologi Industri

Universitas Trisakti

Jakarta – Indonesia

2017





Tujuan

                   Laporan ini dibuat untuk menyelesaikan praktikum dua matakuliah Jaringan Komputer. Selain itu, hal ini juga beguna sebagai panduan umum dalam pemasangan software Cisco Packet Tracer dan juga penggunaannya secara sederhana.





Teori Percobaan

                Packet Tracer adalah software simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh Cisco Systems dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.

                Packet Tracer terbaru yaitu versi 6.2. Dalam versi ini dapat mensimulasikan Application Layer protocols, Routing dasar RIP, OSPF, dan EIGRP, sampai tingkat yang dibutuhkan pada kurikulum CCNA yang berlaku, sehingga bila dilihat sekilas software ini bertujuan untuk kelas CCNA.

                Taget Packet Tracer yaitu menyediakan simulasi jaringan yang real, namun terdapat beberapa batasan berupa penghilangan beberapa perintah yang digunakan pada alat aslinya yaitu pengurangan command pada Cisco IOS. Dan juga Packet Tracer tidak bisa digunakan untuk memodelkan jaringan produktif/aktif. Dengan keluarnya versi 6, beberapa fitur ditambahkan, termasuk fitur BGP. BGP memang bukan termasuk kurikulum CCNA, akan tetapi termasuk kurikulum CCNP.




CARA PERCOBAAN

 

11.   Siapkan installer Cisco Packet Tracer













   2.Instal Packet Tracer sampai selesai.














    3. Setelah selesai menginstal bukalah aplikasi tersebut dengan menggunakan guest login.




   4.       Untuk peripheral atau komponen yang dibutuhkan terdapat pada bagian kiri bawah. Untuk menambahkan Server dan Komputer Client klik pada icon yang berbentuk Komputer. Kemudian pilih gambar komputer lalu klik pada tempat yang disediakan (jumlah terserah namun di sini saya memakai 3 buah PC).. juga pada server (cukup 1)..Kemudian tambahkan switch atau HUB, caranya sama seperti menambahkan PC/server.
     


 





  5.    Kemudian hubungkan semua komponen menggunakan kabel, karena menggunakan perantara Switch / HUB kita menggunakan kabel Straight. Pilih jenis kabel (Coopper Straight-Through) kemudian klik.kan pada salah satu komponen, sehingga muncul jenis port (Fast Ethernet) yang terdapat pada komponen tersebut, klik pada jenis port tersebut. 
      



6.  Kemudian setting IP server. Klik pada icon server yang sudah dibuat. 

 













 7.       Pilih Config, lalu pada menu sebelah kiri pilih DHCP. Isi Start IP Address sesuai kebutuhan, isi juga Subnet Mask. Kemudian tentukan banyak maksimal user dengan mengisi Maximum number of user. setelah itu klik save. Lalu pada menu sebelah kiri pilih Fast Ethernet. Isi IP Address Untuk IP Server dan juga Subnet Mask (biarkan default). Kemudian Close.

 




 8.       Setelah itu kita setting masing-masing PC agar terhubung dengan server. Klik icon PC – pilih Config kemudian pada menu sebelah kiri pilih FastEthernet. Ganti IP Configuration menjadi DHCP agar PC mendapat IP Address otomatis dari server sehingga tidak perlu mengatur. Kemudian Close. (Lakukan pada semua PC)

 



9. Setelah selesai kita cek apa semua koneksi lancar, dengan cara klik icon pesan si bagian kanan. Kemudian klik.kan pada salah satu PC sehingga pada Icon PC terdapat gambar pesan. Lalu klik pada salah satu PC yang lain. Jika berhasil, pada bagian kanan bawah akan muncul tanda Sukses seperti di bawah ini. 


 











      10.   Untuk melihat proses berjalannya data klik pada Simulation pada bagian kanan dibawah icon pesan. Kemudian klik Auto Capture / Play sehingga proses pengiriman dan penerimaan data akan dianimasikan. Selesai sudah kita membuat Sebuah Jaringan LAN sederhana menggunakan Cisco Packet Tracer.
      






DATA – DATA










      


KESIMPULAN

          Berdasarkan hasil percobaan tersebut, Packet tracer berfungsi untuk melakukan simulasi jaringan. Dengan simulasi tersebut kita dapat seolah - olah merangkai jaringan tanpa menggunakan perangkat asli. Hal ini sangat berguna bagi kita karena dapat mengurangi penggunaan biaya yang dibutuhkan, serta menghemat waktu karena tidak adanya trial dan error saat melakukan simulasi jaringan.